Apa akhirnya anda memutuskan untuk membeli reksadana? Setelah membaca artikel-artikel sebelumnya? Bagus sekali kalau begitu! IHSG tampaknya akan melejit sampai akhir tahun karena sentimen positif pasar global. Tidak ada yang bisa memprediksi dinamika pasar saham, bahkan Warren Buffet sekalipun. Investor pemula bisa menggunakan chart di Yahoo finance untuk memprediksi apakah pasar saham hari ini akan naik atau turun. Jika Dow Jones turun, maka ada kemungkinan kita akan turun juga, namun tidak dijamin.
Terkadang saat indeks Dow Jones turun, pasar saham kita malah naik, karena investor asing justru memasukkan uang mereka ke pasar saham Indonesia. Untuk mengukur return reksadana sebetulnya cukup mudah. Kita bisa menggunakan fasilitas dari Infovesta. Website ini menyediakan harga reksadana yang ada di pasar, anda tinggal membuat account, dan sudah mulai bisa mencatat pembelian anda. Tidak perlu pusing lagi untuk menghitung return harian reksadana anda. Saat postingan ini ditulis (24 September 2010), IHSG berada di posisi 3,397.63. Sudah mengalami kenaikan lebih dari 20% semenjak akhir tahun. Saya saat ini melakukan diversifikasi portofolio dengan membeli reksadana yang berbeda. Reksadana yang sudah saya beli antara lain:
- Manulife Saham Andalan
- Manulife Syariah
- Schroeder 90 Equity Plus
- Panin Dana Maksima
Untuk mengevaluasi kinerja reksadana yang sudah dibeli, saya melakukan pencatatan tanggal pembelian reksadana.
Katakanlah saya membeli reksadana Panin Dana Maksima di tanggal 16 Agustus 2010, pada hari ini, 26 September 2010, terdapat jeda 41 hari (dihitung hari libur). Saya lalu membagi kenaikan reksadana tersebut yang sekitar 10.155% dengan jeda hari pembelian dan hari ini, dan cukup mengejutkan, Panin Dana Maksima mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan reksadana lainnya, sekitar 0.35% per hari.
Jika sudah setahun, cobalah anda bagi growth reksadana anda yang miliki dengan jumlah hari. Misalkan reksadana tersebut naik sekitar 24%, bagilah dengan 365 hari (sebenarnya lebih tepat 220 hari/jumlah hari kerja dalam setahun), akan didapatkan nilai sekitar 0,06% (jika dibagi 365) atau 0,109% (jika dibagi 220).
Apa maksud dari penghitungan ini? Ini untuk memberikan pertimbangan bagi anda yang bingung memilih apakah lebih baik berinvestasi di reksadana atau berinvestasi/trading langsung di pasar saham. Menurut anda, lebih mudah mana: mendapatkan untung 24% setahun dengan reksadana saham, atau dua belas kali transaksi saham tiap bulan yang tiap transaksinya 2%? Kalau menurut pendapat saya, lebih mudah yang pertama tentu saja. Anda sepuluh kali transaksi saham, belum tentu bisa untung 2%, yang ada malah rugi.
Nah semoga anda mulai bisa menentukan penjatahan dana investasi anda.


Wow! Keeping the same speed Panin Dana Maksima will double after a year! Problem is results in the past don’t guarantee any performance in the future.
I wonder what your tactics are. Did you set goals and will you buy or sell the moment the fund reaches a certain top or bottom level? Do you thoroughly monitor the underlying factors which determine success or failure of each individual company involved?
Anyhow: exciting stuff.
I usually watch chart in yahoo finance in the morning (transaction should be done before 1 PM) to determine whether I should buy or sell. If it’s bearish trend (downtrend) usually the JCI will slide because the investors are selling their stock. But Panin dana maksima mutual fund is a remarkable mutual fund since it’s growth much much more aggressive than any other mutual fund in the market. It’s also the most expensive one (priced rp 43,000/$4.8-ish) but hey, it performs much better than any other mutual fund, so I think it’s a good choice.
@canvinjms: By the way: it has been rising over the last years and reached a sky-rocketing high yesterday, did you give a try at gold too?
And it’s skyrocketing today too! *gasp* (need to find bearish trend before I decide to buy again).
I havent tried investing in gold. At the moment it’s too pricey for me (1 gram = rp. 350,000/$37-ish), though I know that gold is good investment for longterm and the price always increase during crisis.
Websitenya informatif dan bagus.
keep it up!